Kamis, 19 April 2012

Cinta Dan Benci, Sekedarnya Saja....

Mencintai dan membenci adalah bagian yang amat nyata dari hidup, Mustahil seseorang tidak mencintai sesuatu dan tidak pula membenci sesuatu yang lain. Termasuk cinta dan benci kepada sesama manusia.

Dengan cinta yang "membara", orang terdorong untuk berbuat positif yang besar, yang dalam keadaan biasa mungkin dia tidak sanggup melakukannya. Tapi mungkin juga karena cinta itu pula dia berbuat sesuatu yang amat negatif, yang ditujukan kepada sesuatu atau seseorang yang dianggap menghalangi cintanya. Sebaliknya, karena dorongan kebencian yang memuncak seseorang mampu melakukan hal-hal negatif yang luar biasa kejinya, seperti, misalnya, pembinasaan orang yang dibencinya. Namun tidak mustahil kebencian dapat jadi sumber motivaasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang sangat terpuji, seperti kebencian seseorang kepada musuh bersama dalam suatu bangsa yang membuatnya menjadi pahlawan yang gagah berani.

Jadi cinta dan benci termasuk sumber motivasi manusia melakukan sesuatu, yang positif dan yang negatif. dan disinilah pangkal persoalannya, Seandainya cinta dan benci itu hanya mendorong untuk berbuat baik saja, maka tidak ada masalah. Tapi karena juga bisa mendorong perbuatan negatif, maka agama kita memperingatkan supaya berhati-hati.

Masalahnya ialah, tidak semua cinta dan benci kita mencapai tingkat yang bisa membenarkan terjadinya peperangan patriotik seperti nilai cinta kepada tanah air dan benci kepada musuhnya. Apalagi cinta dan benci dalam skala kecil, dan pada tingkat hubungan pribadi. Tidak jarang kita mencintainya dan membenci secara salah teradap sasaran yang salah. sesuatu yang seharusnya kita benci, kita cintai; dan yang seharusnya kita cintai kita benci. Maka bisa jadi hari ini kita mencintainya, lain kali kita membencinya. Sebaliknya, kita benci kepada sesuatu, kelak berbalik kita mencintainya. Ini berarti bahwa tindakan-tindakan kita berdasar perasaan cinta dan benci yang keliru itu pun keliru, bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Karena itu agama memperingatkan, kalau membenci sesuatu periksalah, jangan-jangan dia mengandung kebaikan untuk kita. Dan kalau mencintai sesuatu, juga telitilah kalau-kalau dia justru berbahaya bagi kita. Peringatan Ilahi itu dikaitkan dengan masalah perang (QS. al-Baqarah/2:216). Peringatan serupa juga diberikan dalam kaitannya dengan masalah perjodohan (QS. al-Nisa'/4:19), yaitu hendaknya kita jangan terlalu mudah melepaskan jodoh kita, betapapun kita merasa benci kepadanya pada suatu saat, sebab mungkin justru dia membawabanyak kebaikan dari Allah di saat yang lain

Hendaknya tidak disalah pahami. Maksud itu semua bukan pengajaran agar kita menjadi orang yang tidak konsekwen, apalagi menjadi oportunis. Tetapi hendaknya dalam masalah cinta dan benci itu kita selalu menimbang dengan baik, agar kelak tidak menyesal.

(by : Bayu hanggoro )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar