Senin, 30 April 2012

Sayangkah Anda Kepada Orang Tua Anda


Seberapa Besar Sayang kalian Kepada Orang Tua Kalian ?



Beliau bekerja keras mencari nafkah seharian, kita menghabiskan nya
hanya dalam beberapa jam saja


Beliau dahulu menunggu dengan sabar ketika kalian terlelap dalam tidur,sementara jika Beliau sakit kita memilih pergi dengan teman...Astagfirllah


Beliau dulu menunggu kehadiran kita di dalam keluarga dengan sabar selama 9 bulan, tetapi kita marah marah ketika Beliau terlambat menjemput kita hanya 5 menit saja,...Astagfirllah

Beliau dulu selalu menjaga kita selagi kita sakit,pagi siang hingga malam,namun ketika Beliau sakit kita mengabaikannya...

Beliau dulu selalu memberikan apa yang kita inginkan walau pun dengan cara yang sulit di cerna di otak kita, namun kita membantah nya ketika beliau hanya menyuruh kita mengambilkan air putih saja


Beliau memberikan kita rumah yang didapat dengan perjuangan bertahun tahun,namun ketika Beliau wafat , untuk mengurus makam Beliau yang tidak lebih dari 3 meter saja kita sudah perhitungan...

Dan beberapa hal lain yang tentunya kita sendiri yang mengerti,kesalahan apa saja yang telah kita perbuat kepada orang tua kita

Bahkan kita tidak pernah menyadari bahwa walaupun kita menyakitinya Beliau selalu menyayangi kita, hingga akhirnya kita tidak bisa mengusap rambut beliau seperti yang beliau lakukan dahulu, mencium pipi Beliau sama seperti yang Beliau lakukan dulu sebagai ungkapan Syukur dan bahagia atas kehadiaran kita, mencium kening Beliau sama seperti yang Beliau lakukan ketika kita hendak tidur, bahkan kita lupa kapan terakhir kita mencium tangan orang tua kita ? Subhanallah... sayangi Beliau selagi mereka masih bisa melihat kita dengan jelas, selagi kita bisa memeluknya dengan hangat, selagi kita bisa mencium tangannya untuk meminta restu..

Senin, 23 April 2012

Cintailah orang yang menyayangimu semata mata karena Allah SWT


Subhanallah Ya Allah.... sebuah percakapan dengan sosok Ayah yang sangat mengerti perasaan anaknya

,Mendatangi saya setelah menunggu saya menuntaskan Sholat Magrib sembari memberikan Tasbih pesanan saya Beliau berujar " Kamu cowok baiknya jangan terlalu bersedih ", mengejutkan karena selama ini saya tidak pernah bercerita apa paun kepada Beliau.

Lalu percakapan pun di mulai dan Beliau berpesan " Jangan lah mengejar apa yang kamu cintai,tapi perhatikanlah orang orang yang menyayangi kamu,kelak merekalah yang selalu ada saat kamu terjatuh seperti sekarang ini ,Mengejar orang yang kamu cintai hanya memberimu sakit di akhirnya,Jika kamu memperhatikan orang orang yang kamu sayangi,mereka akan selalu berada di sampingmu,karena pada awalnya mereka menyayangi kamu "

Beliau pun mengerti bahwa saya terlalu mencintai seseorang hingga tidak mempedulikan orang orang yang sebetulnya lebih mencintai saya,Beliau berucap " Saya melihat kamu terlalu mencintai seseorang, dan mengabaikan mereka yang menyayangimu, sampai pada akhirnya kamu tidak memiliki seorang yang dekat untuk menggantikan dia,karena mereka kamu abaikan sejalan dengan waktu " " Ikhlaskan semua,jodoh 100% ditangan Allah,kita hanya perlu berusaha,biar Allah yang menilai,segera cari jodohmu...jodohmu adalah dari orang orang yang menyayangimu "

Sungguh aku memang di butakan oleh cinta berlebih sampai melupakan Allah SWT,semoga apa yang terjadi menjadi pembelajaran untuk kita semua.Aamiin Aamiin Ya Rabb.........


Minggu, 22 April 2012

Inilah Sebabnya Saya Memutuskan Berhenti Jadi Wanita Karir, Saudariku.....!!!

Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.
“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki yang baik-baik dan sholeh saja.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?

Waktu itu jam 7 malam, suami saya menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir. Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing. Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah !!”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya.

Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.

Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya. Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan. Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.

Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya. Setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho”, begitulah katanya. Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya" Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”

Aku masih terdiam, bisu mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.

Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali mengalir, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya.

Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan ?
Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan ?

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya.
Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.
Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya.

Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya. Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.

Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya, anti tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku.

Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku. Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah...Allahu Akbar

Semoga pekerjaan, harta dan kekayaan tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya..

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13520953

Seharusnya....

Si cewek: "Aku sudah sering dipeluk cowo lain"
Cowok dengan hangatnya menjawab: "Dan aku adalah pria yang akan
memelukmu dengan kasih"

Si cewek: "You are not my FIRST kiss"
Cowok dengan senyumannya: " And You are my First Kiss "

Si cewek: "Beberapa cowo pernah menjamah tubuhku"
Cowok dengan sabarnya mengatakan:
"Yang inginku jamah adalah hatimu, dan rasamu"

Si cewek: "Pernah ada cowo yang melihatku naked"
Cowok itu menatapnya: "Dan ₳ะบ̲u̲̅ melihatmu begitu polos, suci bersih
tak bernoda"

Si cewek: "Aku pernah nakaL dengan mantanku"
Cowok itu memeluknya dengan sabar:
"Dan aku tahu, kau tak kan seperti
itu lagi"

Si cewek menangis, terenyuh, dan berkata: "Aku gak akan pernah pantas
untukmu!! aku udah ga perawan!!"
Cowok itu, menatapnya dalam,
memeluknya, tersenyum dan berkata:
mrs.maniez: Aku bukan mencintai keperawanan mu, yang aku cintai adalah dirimu, sepenuhnya..."

Seharusnyalah semua cowok seperti itu.

Carilah cowok yang berdiri di tengah hujan menunggumu, bukan di mobil mewahnya menunggumu sambil BBM dengan cewek lain

Carilah cowok yang akan kaya nanti bukan sekarang. Bukan atas warisan orang tua dan menunggu uang jajan

Carilah cowok yang mampu menghargai dirimu selayaknya wanita yg pantas. BUKAN COWOK YG MAMPU MEMBELI KAMU!

Jumat, 20 April 2012

21.32 4/20/2012



Subhanallah.....Ya Allah...

Terima kasih telah mempertemukan hati kami
Semoga kita bisa saling melengkapi, bisa saling mengingatkan untuk terus beribadah kepada-Mu Ya Allah
Semoga dia tetap menjadi Muslimah yang taat beribadah kepada-Mu Ya Allah
Dengan Restu-Mu Ya Allah semoga memberi manfaat dan berkah hidup bersama nya
Amiiinn Amiiinn Ya Rabb...... :)

Aku Mencintainya Karena Allah


“Cintailah Allah karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)
Alkisah pemuda pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain. Karena dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,”Aku datang padamu, atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya. “Tidak! Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!” itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak.

Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. “Jadi dia masih takut pada Allah?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan do’a-do’anya. Tubuhnya luluh latak didera rindu, dan akhirnya ia meninggal.

Sang pemuda terhentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan do’a-do’anya. Sampai suatu saat ia tertidur di atas pusara sang gadis. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik. “Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku”, tanya sang gadis. “Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana,”jawabnya sembari balik bertanya. “Aku di sini, di surga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir.” Jawab sang gadis. “Do’akan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu”, tanya pemuda lagi. “Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdo’a agar Allah menyatukan kita di surga, teruslah ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku,” jawab sang gadis.
Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama cinta, ia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, atas nama cinta pula Allah akan mempertemukan mereka. Cinta karena Allah, untuk Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.
Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari suatu Zat yang begitu mencintai kita, yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita galau dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia menduduki posisi paling agung, ketika sang manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.
Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, karena jiwanya terisi nuansa kemuliaan cinta yang ujungnya adalah menjayakan Allah dalam segala hal. Jiwanya tidak akan resah kalo-kalo cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada Allah yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan. Apalah arti kehilangan harta, sanak famili, bahkan orang yang “dicintai”, jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.

Sudah semestinya cinta kepada Allah diletakkan di atas segala-galanya. Karena Dialah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam. Cinta kepada Allah akan mewariskan kecintaan para hamba-Nya. Sebaliknya, cinta yang bukan karena-Nya hanya akan mengundang murka-Nya dan murka makhluk-Nya. Beruntunglah orang yang hanya mencintai Allah saja dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai karena-Nya.

Semestinya kita mencintai seseorang karena imannya, dan membenci seseorang karena maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga ke akhirat sana. Amin.

Menjemput Cinta Karena Allah

Menjemput Cinta Karena Allah



Sahabatku, Jodoh dan cinta tak bisa dipisahkan. Bila kita bertemu jodoh kita semata-mata karena cinta tentunya hal itu akan rapuh, maka cintailah dia karena cinta kita kepada Allah. Cinta adalah salah satu sifat Allah yang maha Agung, oleh karena itu juga di dalamnya, di dalam cinta ada keagungan, keagungan cinta. Manusia diperintahkan untuk meniru akhlak Allah. Dalam hal cinta, orang yang memiliki perasaan cinta dan bisa mencintai adalah manusia yang mulia. Namun cinta itu bertingkat-tingkat. Menurut Imam al Ghazali, ada empat tingkatan kualitas cinta.

Pertama, Ada orang yang hanya mencintai diri sendiri, cinta diri. Segala ukuran kebaikan hanya diukur dengan kepentingan dirinya. Ini adalah cinta yang paling rendah kualitasnya. Kedua, Ada orang yang mencintai orang lain sepanjang orang itu membawa keuntungan bagi dirinya. Jika keuntungan dari cinta itu sudah tidak ada maka cintanya putus. Cinta tingkat ini adalah cinta pedagang, cinta transaksional. Ketiga, Ada orang yang mencintai orang baik, meski ia tidak diuntungkan sedikitpun dari orang yang dicintainya itu. Cinta tingkat ini sudah termasuk cinta yang agung. Ada orang yang mencintai kebaikan murni terlepas dari siapapun yang memiliki kebaikan itu. Cinta tingkat ini adalah yang tertinggi, dan merekalah yang dapat mencintai Allah, karena Allah itu adalah kebaikan.

Sahabatku yang ingin segera menikah, jadikanlah mawaddah warahmah sebagai motiv cinta untuk menemukan jodoh anda, cinta yang membawa ketenteraman, ketenangan dan kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga hanya dengan mengharap keridhaan Allah. Jangan putus asa, tetaplah berikhitiar dan memohon kpd Allah maka Allah akan mengirimkan jodoh yg terbaik untuk anda.

---
Sahabatku, aminkan doa bila anda ingin segera mewujudkan impian unt mendapatkan jodoh yg terbaik dari sisi Allah, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah. 'Rabbana hablana milladunka zaujan thayyiban wayakuna shahiban lii fiddini waddunya wal akhirah' Artinya. 'Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat.'

Wassalam,

By: Muhamad Agus Syafii

Lowongan PT Multi Bangun Abadi 14/4/2012

Lowongan PT Multi Bangun Abadi 14/4/2012

  1. Receptionist
    1. Perempuan, usia max. 28th, Pend. Min. D3, Penampilan menarik, TB. Min 160cm berat seimbang,komunikatif,English aktif, lokasi kerja senayan dan kuningan
  2. Duty Leader
    • Pria / Wanita max. 30 th, Pend. Min.D3, penampilan menarik, proporsional, pengalaman leader CS min. 1th,bersedia shifting lokasi kerja cikarang, serang,sunter
  3. Sales Front lIner
    • Pria/Wanita max. 35 th, Pend. Min. SMA, bersedia target,bersedia pekerjaan lapangan, lokasi kerja green garden
  4. Sales Executive
    • Wanita max. 30th, pend. Min. D3, bersedia target,memiliki motor,penempatan BSD Tangerang
  5. Administrasi
    • Wanita, Pend. Min. D3, max. 30th, teliti,tekun, bisa v/h look up, ms.office,SAP lokasi kerja kuningan
  6. Call Center
    • Pria/Wanita pend.min D3, usia max. 30th,bersedia shifting lokasi kerja kuningan
  7. Driver
    • Pria, max. 38th,pend.min SMA, memiliki SIM A lokasi kerja green garden
  8. Security
    • Pria, max. 35 th, min. SMA, memiliki sertifikat security,tidak bertatto dan tidak bertindik lokasi kerja kuningan
  9. Customer Service
    • Wanita, max. 30th,pend.min D3, bersedia shifting,penampilan menarik + proporsional lokasi kerja DKI Jakarta
kirimkan langsung ke datarekrut@multibadi.com atau klik work for us untuk mengisi form dan kirim cv otomatis

Buat Isi Form lamarannya :

http://www.multibadi.com/wrkfus.php

Sumber :

http://www.multibadi.com/

Ta'aruf, satu kata berjuta makna...

Assalamualaikum. Wr. Wb

Mungkin disini kita sepakati, lingkup artian kata Ta'aruf untuk para remaja-remaja ialah Ta'aruf yang berarti Perkenalan sesuai yg tercantum pada surat Al-Maidah. Ta'aruf disini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi atau ukhuwah antar umat muslim.

Artian yg lebih khusus dari makna ta'aruf yg mengarah ke jenjang pernikahan mungkin lebih pas digunakan untuk para ikhwan/akhwat yg sudah memang masanya untuk menuju ke jenjang walimah. Tetapi untuk kita para ramaj, lebih menitik beratkan ta'aruf dalam artian untuk menguatkan dan menyatukan remaja-remaja Islam sebagai tumpuan bangsa dan mengajak para remaja Islam khususnya untuk lebih mengenal Islam dengan sarana dan cara yg lebih modern.

Lowongan Kerja PT Bussan Auto Finance Jember | April 2012

Lowongan Kerja PT Bussan Auto Finance Jember | April 2012

Closing date : 30 April 2012 – PT Bussan Auto Finance adalah perusahaan pembiayaan terbesar di indonesia. PT Bussan Auto Finance Jember membuka kesempatan kepada pemuda pemudi terbaik untuk mengisi posisi-posisi berikut :

Desk Collector
Repossessor
Surveyor
Remedial Staff
Admin Staff
Finance Staff
Branch Operational Support
Regional Repossessor
Collector

PERSYARATAN UMUM :

Mempunyai motivasi dalam bekerja
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik
Siap bekerja berdasar target
Sanggup bekerja di bawah tekanan
Bersedia ditempatkan di seluruh cabang di indonesia
Fresh graduate dipersilakan untuk melamar

Silakan kirim lamaran lengkap Anda beserta CV ke alamat cabang kami :

PT BUSSAN AUTO FINANCE JEMBER

JL. Ahmad Yani No. 29, Kel. Kepatihan, Kec. Kaliwates

Jember – JawaTimur

Phone : 0331-410447; 410448; 486820

LAMARAN ANDA PALING LAMBAT KAMI TERIMA TANGGAL 30 APRIL 2012

Menikah itu...

Bismillaah. . .

Pernikahan itu harus tetap ada meski bukan dengannya yang kita damba. . .
Pernikahan itu harus tetap ada meski bukan dengannya yang kita cinta. . .
Pernikahan itu harus tetap ada demi menjaga farji dan kehormatan kita. . .
Pernikahan itu harus tetap ada Demi menyempurnakan separuh agama kita. . .
Pernikahan itu harus tetap ada meski tidak dengannya,nama yang sering kita sebut dalam Istikharoh kita. . .
Pernikahan itu harus tetap ada untukmu, meski tidak denganku. . .
Pernikahan itu akan tetap ada untukku, meski tidak denganmu. . .
Karena kita ingin menikah karena ALLAH, kita harus BISA menerima dan mencintai pasangan hidup kita karena cinta kita padaNya!

Bidadari Terakhir

” Karena sekeras apapun aku berpikir tentangmu-hanya ada satu hal yang bisa kupahami bahwa kaulah hal terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini” agnesdavonar
diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK
(info : penulis diminta sendiri loh sama narasumber, jadi kalau di kaskus ada yang sama kisahnya ya karena sumbernya sama :) tapi untuk kepentingan naskah agar mudah dicerna penulis mengubah sedikit saja , selama membaca…)


Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.
Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “
Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih,  gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja…  hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan.  Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
” inget loe, gua ini bukan orang baik. ”
” gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari..”
Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau.  Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia.  Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.
Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.
***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia. Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget.  Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte..  siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe.  Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta.  Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”
Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.
Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.
Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva.  Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”
Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.
“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.
Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi.  Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.
“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”
Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.
Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini
Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..

To : My Lovely …..

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping aku
selama ini…makasih juga udah mau jadi malaikat
penyelamat untuk ibu aku…
Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,
aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalin
aku,yakin banget
makanya aku ngerahasiain
ini semua…maaf ya?
Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin
,kamu mau terima aku apa adanya..
Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,
tapi kamu tetep mau deket ma aku

Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia
ini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuan
yang lebih baik dari aku..kamu orang baik,harus
punya pendamping yang baik juga :’)
Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotor
gitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisa
runtuh ama yang namanya perempuan.
Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada di
hati kamu kan?janji?aku akan slalu disamping
kamu,aku akan jaga kamu…….Maaf andai
slama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*
Goodbye……. 

 

Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,


UNTUK KEPENTINGAN NARASUMBER DAN HAK PRIVACY MAKA NAMA SUMBER DIRAHASIAKAN,

SEMOGA KISAH INI MEMEBERIKAN PELAJARAN UNTUK KITA UNTUK LEBIH MENGHARGAI SETIAP KEHIDUPAN

Pengorbanan dan KeIkhlasan

Assallamu'allaikum

Dear Pembaca

Ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri dan benar benar terjadi..ini tentang perjuangan saya mendapatkan kembali,sebut saja "Dhee" ,kami telah berpacaran hampir selama 10tahun ( tanggal 18 / 07 / 2012 tepat 10tahunnya ) ,namun hubungan kita retak setelah ada berbagai masalah dalam hubungan ini :)

Jember, 15 April 2012

Sekitar pukul 20.15 saya melakukan sholat isya' ,tak ada pemikiran apa apa waktu itu....setelah sholat tiba tiba saya teringat akan keinginan seseorang yang saya sayangi, yaitu Donat J-CO :D ,yaap karena di jember tidak ada maka saya putuskan untuk mencari keluar kota,waktu itu tujuannya adalah kota Surabaya,tak selang beberapa lama saya menghubungi rekan rekan melalui Handphone atau Facebook...berharap menemukan " Navigator " hehe maklum saya kurang paham dengan jalan jalan di Surabaya.Akhirnya saya mendapatkan " My Couple Guardian Angel " begitulah saya menyebut mereka,yeep mereka tak lain adalah keponakan saya dan satunya adalah pendampingnya hehe,mereka adalah Reza Anggara Putra dan Claudia bintang.... setelah memastikan jam dan rute kita putuskan berangkat pukul 07.00 agar tidak terlalu siang,

Jember, 16 April 2012

sekitar pukul 01.00 saya melakukan Sholat Tahajud meminta kelancaran di perjalanan ke Surabaya... setelah itu saya melakukan persiapan sembari menunggu Adzan Sholat Subuh,tertidur sebentar maka saya terbangun jam 04.50 dan melakukan Sholat Subuh,Setelah itu persiapan selesai pada pukul 07.15 dan berangkat menggunakan sepeda motor pada pukul 7.25,melewati jalan seperti biasa,tidak sengaja saya melihat seseorang yang tidak asing bagi saya... yeep dialah orang yang saya sayangi si Dhee,langsung saya banting setir :D kejar dia.. setelah itu saya panggil dia

saya : Dhee.... Dhee ( sampai berkali kali )
tanpa ada respon sam sekali dari dia,saya gak peduli,setelah itu dia berhenti....
saya : Dhee... berhenti sebentar saya mau pamit...
dhee : Apasih yang kamu mau ? Bukannya udah jelas ?! Aku ini mau kerja !......(dengan nada ketus)

jantung seperti terhenti sejenak..menghela nafas dalam dalam,akhirnya dia pergi menuju tmpat kerjanya..rencana adalah rencana dan harus di laksanakan,karena saya telah meminta restu kepada Allah SWT maka saya yakin perjalanan ini akan berjaan,lancar.Amiin

pukul 8.15 saya sampai di rumah keponakan saya yang sudah menunggu saya...hehehe, setelah itu kita berangkat menuju Surabaya, beberapa kali kita berhenti di jalan untuk berteduh dari panasnya sengatan Matahari.... sambil minum Es Degan :) .beberapa saat kita lanjutkan perjalanan dan berhenti di Pom Bensin di sekitar probolinggo untuk melakukan Sholat Dhuhur...

Sidoarjo 16 April 2012

singkat cerita kita nyampai di Sidoarjo atau sudah Masuk Surabaya saya juga kurang paham hahaha pada pukul 14.15 ,kita langusng menuju Royal,kliling disana ternyata kita salah Informasi hahaha,ternyata J-CO tidak ada disana T__T ,Alhasil kita lanjut menelepon rekan rekan di Surabaya,

pertama saya telepon si Jojo...
saya : Jo,tau tempat yg jual J-CO ?
Jojo : apa itu ? )
saya : Donat bro,donat J-CO
Jojo : gak tau aku ..
saya : Ya wes ntar tak telepon lagi

kedua saya telepon si Andra
saya : Ndra,tau tempat yang jualan donat J-CO
Andra : hee ? Ksinio kamu mapir sek ke warnet,donat nya belakangan ( padahal ternyata gak tau J-CO apa :D )
saya : loh aku keburu,ya ntar tak mampir
Andra : awas gak mampir ya,tak P*****a kamu ...
saya : zzzz....

ketiga saya telpon si Denny,eh sampek beberapa kali telpon gak diangkat
ke emapt saya hubungi bagus
saya : gus,tau tempat jual J-CO ?
bagus : ( dengan berbisik ) di SUTOS
saya : eahh mana SUTOS  iku ?
(setelah dikasih arahan saya langsung menuju parkiran untuk mengambil motor dan menuju kesana )

di parkiran saya ebrtanya kepada abang parkirnya
saya ; bang tau yang jual J-CO
abang : wooh tau mas deket kok
saya : waaah beneran maasss ?? ( terkejut dan senang )
abang : iya sampean lurus aja,trus belok kiri dikit ,dah nyampek kok...
saya : Allhamdullilah.....
abang : pusat kebugaran kan ya mas ?
saya : zzzzz.... bukan mas,jual Donat T_T
abang : ohh iya seh kalo yang barusan itu Jack-CO
saya : **pengen pingsan**

Setelah muter muter akhirnya ketemu tempat yang di maksudkan :) kami nyampai disana oukul 16.15 kira kira 30 menit disana setelah membungkus selusin J-CO kita bertolak ke Jember,gak disangka kena macet dari jam 17.00 sampek jam 19.00 setelah keluar dari macet kita ngeJOS ke Jember,sampai kesasar haha dan hampir 'ngeDrift" di jalan hehehe,di temani Hujan deras sesaat kita melanjutkan perjalanan ke Jember,sebelum perbatasan Lumajang kita istiraha sejenak ,saat itu sudah pukul 22.30
jalanan sudah mulai sepi,kita melanjutkan perjalanan pukul 23.00,jalanan sangat
 gelap dan sepi plus dingin menusuk nusuk :D

Jember 17 April 2012

masuk Jember pukul 00.45 , langsung menuju rumah Dhee,sampai sana pukul 01.15 ,langusng mengetuk jendela kamarnya seperti yang biasa saya lakukan saat dulu memberikan Kue Ultah nya :'( namun sepertinya kehadiran saya tidak di harapkan meskipun membawa donat kesukaannya :) setelah beberapa saat samar samar saya melihat Dhee beranjak dari tempat tidurnya, saya merasa senang pada awalnya,ternyata tidak,dia menyuru ibunya menemui saya,dan ibunya mengatakan "Dhee tidur mas nicky,besok mau kerja..." dalam hati ku( Ya Allah saya bersumpah melihat Dhee... ) ,lalu ibunya berkata " ngapain kok ngoyo ( keras kepala ) mas Nicky,gak perlu gitu..." dalam haiku ( Subhanallah..... inikah akhir dari perjuanganku ? ) sambil memberikan donat tersebut saya saya berpamitan untuk pulang... percakapan singkat yang menyayat hati memang,namun saya coba bersabar,tak terasa di jalan saya menetekan air mata... " Ya Allah terima kasih atas perjalanan yang lancar,berikan lah hamba-Mu ini kebesaran hati dan ikhlas yang banyak.... "

Sesampainya di rumah,setelah membersihkan diri,saya mengqodho sholat yang sudah saya tinggalkan.... mungkin karena kelelahan, saat duduk tiba2 saya tertidur :) lalu saya pergi untuk mencuci muka,dan wudhu kembali.... pada saat ahajud kembali saya tertidur saat berdiri, Subhanallah..... lalu saya bangun dan memulai dari awal akhirnya selesai setelah saya lanjutkan sholat subuh,baru istirahat.

pengalaman di atas mengajarkan saya banyak hal,yaitu tentang apa itu pengorbanan dan apa itu ke Ikhlasan, mmang sulit ketika kita di hadapka suatu keadaan dimana kita harus Ikhlas , merelakan apa yang 99% tidak bisa kita Ikhlaskan,namun saya menemukan bahwa dengan Sholat Tahajud saya bisa mengIkhlaskan Dhee yang baru baru ini saya ketahui,akan dilamar oleh seseorang yang memang saya akui dari segi Agama , Material saya kalah,tapi yang saya lakukan adalah berusaha merubah diri dan memohon kepada Allah SWT agar di beri kelancaran ibadah serta di lapangkan hatinya.

besoknya saya mengirim pesan kepada orang pilihan Dhee melalui message Facebook :


ikhlas itu menyakitkan dihati,tapi jika kita ikhlas karena Allah SWT,maka Insya'Allah kita bisa menerima dengan hati yang tenang.... semoga ini bisa mengInspirasi rekan rekan yang lagi Galau untuk segera mengakhiri galau nya dan segeralah berserah diri kepada Allah SWT ,dan berdoa agar di tenangkan hatinya.... semoga kita termasuk orang orang yang ditenangkan hatinya... Amin Amin ya Robal'alamin :)

Wassallamu'allaikum Wr Wb













Kamis, 19 April 2012

Cinta Dan Benci, Sekedarnya Saja....

Mencintai dan membenci adalah bagian yang amat nyata dari hidup, Mustahil seseorang tidak mencintai sesuatu dan tidak pula membenci sesuatu yang lain. Termasuk cinta dan benci kepada sesama manusia.

Dengan cinta yang "membara", orang terdorong untuk berbuat positif yang besar, yang dalam keadaan biasa mungkin dia tidak sanggup melakukannya. Tapi mungkin juga karena cinta itu pula dia berbuat sesuatu yang amat negatif, yang ditujukan kepada sesuatu atau seseorang yang dianggap menghalangi cintanya. Sebaliknya, karena dorongan kebencian yang memuncak seseorang mampu melakukan hal-hal negatif yang luar biasa kejinya, seperti, misalnya, pembinasaan orang yang dibencinya. Namun tidak mustahil kebencian dapat jadi sumber motivaasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang sangat terpuji, seperti kebencian seseorang kepada musuh bersama dalam suatu bangsa yang membuatnya menjadi pahlawan yang gagah berani.

Jadi cinta dan benci termasuk sumber motivasi manusia melakukan sesuatu, yang positif dan yang negatif. dan disinilah pangkal persoalannya, Seandainya cinta dan benci itu hanya mendorong untuk berbuat baik saja, maka tidak ada masalah. Tapi karena juga bisa mendorong perbuatan negatif, maka agama kita memperingatkan supaya berhati-hati.

Masalahnya ialah, tidak semua cinta dan benci kita mencapai tingkat yang bisa membenarkan terjadinya peperangan patriotik seperti nilai cinta kepada tanah air dan benci kepada musuhnya. Apalagi cinta dan benci dalam skala kecil, dan pada tingkat hubungan pribadi. Tidak jarang kita mencintainya dan membenci secara salah teradap sasaran yang salah. sesuatu yang seharusnya kita benci, kita cintai; dan yang seharusnya kita cintai kita benci. Maka bisa jadi hari ini kita mencintainya, lain kali kita membencinya. Sebaliknya, kita benci kepada sesuatu, kelak berbalik kita mencintainya. Ini berarti bahwa tindakan-tindakan kita berdasar perasaan cinta dan benci yang keliru itu pun keliru, bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Karena itu agama memperingatkan, kalau membenci sesuatu periksalah, jangan-jangan dia mengandung kebaikan untuk kita. Dan kalau mencintai sesuatu, juga telitilah kalau-kalau dia justru berbahaya bagi kita. Peringatan Ilahi itu dikaitkan dengan masalah perang (QS. al-Baqarah/2:216). Peringatan serupa juga diberikan dalam kaitannya dengan masalah perjodohan (QS. al-Nisa'/4:19), yaitu hendaknya kita jangan terlalu mudah melepaskan jodoh kita, betapapun kita merasa benci kepadanya pada suatu saat, sebab mungkin justru dia membawabanyak kebaikan dari Allah di saat yang lain

Hendaknya tidak disalah pahami. Maksud itu semua bukan pengajaran agar kita menjadi orang yang tidak konsekwen, apalagi menjadi oportunis. Tetapi hendaknya dalam masalah cinta dan benci itu kita selalu menimbang dengan baik, agar kelak tidak menyesal.

(by : Bayu hanggoro )

About Me





Saya adalah Nicky Prasetya,berasal dari kota Jember - Jawa Timur ....saya termasuk seseorang yang sangat suka sharing tentang permasalahan hidup dan senang jika ada kerabat hendak curhat sekedar melampiaskan unek unek ato bahkan meminta solusi :) tidak mudah memang,tapi Insya'allah niatan baik saya akan di bantu oleh Allah SWT ,dari sekedar coba coba, Insya'Allah  saya akan terus meng-update blog ini secara berkala hehe :) , nantinya Blog ini akan di isi oleh berbagai curhatan pembaca dan langkah penyelesaiannya,yang Insya'Allah juga akan saya bagi pengalaman hidup saya disini :) dari yang pahit sampai manis manis hehehe, tetap semangat dan tetaplah beribadah kepada Allah SWT.. Insya'Allah akan di berikan kemudahan ,dan semoga kita adalah termasuk orang orang yang di Muliakan oleh Allah SWT ... Amin Amin Ya Rabb....